𝐊𝐞𝐦𝐛𝐮 19 𝐒𝐞𝐩𝐭𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫 2024_Dalam suasana kegiatan calon Wilayah Kembu semua tokoh Gereja, Tokoh Politik, Pemuda, Perempuan, Tokoh Adat dan Kepala2 suku hadir menyambut Rombonggan Calon Bupati Dr. Nus Weya, S.Pak,. SE,. MM dan Wakil Bupati Yan Wonda,S.Sos di halaman kantor kelasis Kembu.
Di moments kegiatan wilayah tersebut membawah sebuah kesejukan, kebahaggiaan bersama parah hamba2 Tuhan dan seluru lapisan masyarakat berjalan tenang, aman, dan tertip.
Pada kesempatan tersebut salah satu pelaku gereja sekalinggus Tokoh politik Bapak Timotius Wakur, S.Th menyampaikan selamat dan sukses kepada parah Pdt2 dan Hamba2 Tuhan sudah cukup lama memperjuangkan calon wilayah ini sehingga dgn campur tanggan Tuhan lepas dari Wilayah Toli sebagai org Tua kami walapun ada beberapa tahapan yang belum selesai pada saat sidang Sinode di Jayapura.
Pada kesempatan yang sama Bapak Emi Enembe, SE., M.Si. Pertegas dan di garis bawai bahwa kegiatan Pemilihan atau Penujukkan sifatnya Karateker Wilayah bukan Calon lagi maka kegiatan ini dilakukan pertepatan dgn agenda negara pilkada serentak di seluru Indonesia.
Oleh sebab gereja dan hamba Tuhan perlu menjaga situasi dan nama baik Jemaat, Gembala Daerah, Kelasis, Wilayah dan BPP GIDI. Fungsi atau Tugas Hamba2 adalah membawah pergumulan doa dari semua kader2 GIDI yang suda siap ikut dlm bursa pencalonan Gubernur P3 dan Kab. Tolikara lebih khususnya.
Enembe juga berpesan kepada masyarakat Wilayah Kembu perbedaan pilihan itu hal yang biasa dan bukan baru lagi dalam berdemokrasi pilih dan memilih sesuai hati Nurani Rakyat.
Selanjutnya Nus Weya calon bupati juga menyapa dengan penuh kerendaan hati menggucap syukur atas semua jerih-payah dan proses perjuanggan yang diperjuangkan oleh pimpinan 12 Kelasis Wilayah Kembu akhirnya doa itu terjawab dalam waktu sangat baik.
Weya juga meminta kpd Tua2 gereja agar kegiatan gereja benar-benar murni berjalan sesua harapan jemaat 12 kelasis tanpa ada membanggun isu2 politik praktis.
Karena memang tugas parah hambah2 Tuhan sangat jelas Mimbar gereja menjuarahkan utk kebenaran kepada Jemaat. Tapi jangan salah menggunankan mimbar utk orasih politik sebab politik itu dalam bahasa daerah *PULIR-WONE* Pulir Wone itu harus dibuang jauh.
Kemudian calon wakil bupati Bapak Yan Wonda,S.Sos juga berpendapat bahwa kami bersama ke dua tokoh politik hadir bukan karena momenst politik tetapi kami hadir karena pangilan suara Hati kami mewakili dari semua yang ada bahkan tidak dapat hadir pada kesempatan ini sebagai kader2 Gereja Injili Di Indonesia (GIDI)
Oleh sebab itu dlm suasana kegiatan menyapaikan selamat dan sukses kpd panitia bersama jajarannya utk melaksanakan kegiatan Wilayah yg pertama kali ini kiranya Tuhan tuntung kita dari awal sampai akhir sesuai harapan kami sama.
=====>PeWe : Fhotografer
=====>SB : wkm & Edit Foto

