Kita Sebagai Mahasiswa Membangun Berkarakter Sukses Akademisi Organisasi
A. Menemukan Jati Diri Kita Sebagai Mahasiswa
Dunia kampus merupakan memiliki suasana akademik yang sangat kompleks sehingga membedakannya dengan kondisi maupun suasana akademik yang ada di sekolah dan kampus. Situasi seperti ini yang kemudian akan menjadi stimulus kepada para pelajar yang baru memasuki perguruan tinggi untuk berusaha memahami dunia baru yang akan dimasukinya, minimal harus memahami jati dirinya sebagai mahasiswa nanti. Strategi sederhana yang dapat dilakukan untuk memahami jati diri mahasiswa dapat dilakukan dengan menjawab beberapa pertanyaan-pertanyaan sederhana secara jujur dan terbuka oleh dirinya sendiri.
Pertanyaan (1) Siapakah diri saya
ini?
Misalkan jawabannya adalah saya adalah
anak yatim piatu, atau jawabannya adalah saya seorang anak buruh bangunan yang
hidup pas-pasan. Jawaban-jawaban yang diungkapkan tentunya akan begitu beragam
sesuai dengan kenyataan setiap individu. Setelah menjawab pertanyaan tersebut
berusahalah untuk merenungkan tujuan yang hendaknya anda capai dan lakukan
selama kuliah, karena melalui tujuan itulah kesuksesan, kebahagian, kehormatan
dan kebanggaan orangtua dapat anda wujudkan. Jika tidak maka renungkannlah
yang sebaliknya yaitu ketika tidak berhasil apa yang akan terjadi?
Olehnya melalui jawaban dan renungan adalah yang akan menuntun untuk menemukan
jati diri sebenarnya.
Pertanyaan (2) dari mana saya
berasal.?
Kita merenungkan diri bahwa saya berasal
dari pedesaan atau perkotaan, miskin atau kaya itu tidak terlalu berpengaruh,
karena yang dibutuhkan disitu adalah jawaban yang anda ungkapkan bisa meningkatkan
jiwa optimisme dan memotivasi diri untuk suskses. Pertanyaan ini ingin
bermaksud menyampaikan kepada anda bahwa siapapun dan dari manapun anda,
semuanya memiliki peluang yang sama untuk suskses selama kuliah. Walaupun si
kaya jika hanya berpoya – poya, berleha-leha dan berhura-hura saja maka tidak
menjamin sedangkan si miskin dengan ketekunannya bisa saja lebih sukses.
Pertanyaan (3) apa yang bisa saya
lakukan.?
Pertanyaan ini jelas akan menggiring anda
untuk mengetahui potensi apa yang anda miliki, dengan maksud bisa mendatangkan
keuntungan dan manfaat bagi anda, orangtua dan orang lain. Jika anda masih
binggung, mulailah dengan melakukan hal-hal sederhana yang dapat mengurangi
beban orang tua selama anda kuliah. Pengorbanan orangtua yang begitu besar jika
direnungkan secara bijak oleh anda akan melahirkan tanggungjawab dan
semangat untuk berprestasi, dan tidak akan membiarkan waktu tanpa manfaat yang
jelas.
Pertanyaan (4) akan kembali kemana
saya.?
Ini adalah pertanyaan yang sangat
mendasar, karena pada akhirnya pengabdian anda ketika lulus dari kampus adalah
kembali ke pangkuan masyarakat. Akan tetapi cara pengabdian dan bagaimana anda
mengabdi itulah yang harus ditemukan dan diarahkan sesuai dengan tuntunan dari
jawaban yang anda berikan.
Setelah pertanyaan-pertanyaan pokok
tersebut terjawab, tentunya akan mengarahkan anda untuk berbuat yang terbaik
selama anda menjadi mahasiswa dan kuliah serta di dalam organisasi. Anda akan
berbuat sesuatu dengan tujuan dan manfaat yang jelas dan berarti bagi
kehidupan, mengetahui jati diri dan potensi yang berbeda dengan orang lain,
anda memiliki karakter, minat dan hobi tersendiri. Anda adalah apa yang anda
pikirkan, jika anda berpikir anda kuliah sukses maka kesuksesan anda akan
berbuah kenyataan. Sebaliknya jika anda berpikir kuliah itu menjadi beban,
sulit, banyak tugas, menjenuhkan, maka itulah masa depan anda. Oleh karena itu,
jika anda ingin mengetahui masa depan anda sekarang, jawabannya adalah apa yang
anda lakukan sekarang itu bagi masa depan anda.
B. KITA MULAI DARI KARAKTER/BAKAT
DAN PENDIDIKAN KARAKTER
a. Apa Pengertian Karakter.?
Karakter adalah watak, sifat kejiwaan,
akhlak ataupun kepribadian yang membedakan seorang individu dengan individu
lainnya. Atau karakter dapat di katakan juga sebagai keadaan yang sebenarnya
dari dalam diri seorang individu, yang membedakan antara dirinya dengan
individu lain.
b. Apa itu Bakat.?
Bakat adalah sifat manusia yang pembawaan
nilai – nilai yang dibawah sejak lahir. Maka itu rahasia besar kesuksesan masa
depan kita merupakan bersumber dari bakat kit aitu sendiri, bukan dari
penangkapan peluang atau orang lain. Jika aktivitas kita sesuai karakter dan
bakat kita, otomatis kita akan kreatif, inovatif, memiliki motivasi tinggi,
tekun, ulet, fokus, produktif, percaya diri, enyoi, berani, dan selalu merasa
optimis. Namun ada juga yangbeberapa hal menjadi penghalang bagi seseorang yang
memiliki bakat yang kuat yaitu :
1. Motivasi kerja yang
rendah
2. Menurunkan kepercayaan
diri
3. Membuat stret dan
frustrasi
4. Menghilangkan potensi
keunikan
5. Membuat tidak tekun.
b. Apa Pengertian Pendidikan Karakter.?
Yang dimaksud dengan pendidikan karakter
adalah suatu sistem yang menanamkan nilai-nilai karakter kepada seorang
individu, yaitu meliputi: ilmu pengetahuan, kesadaran, kemauan dan
tindakan untuk dapat melaksanakan nilai-nilai tersebut baik terhadap Tuhan YME,
dirinya sendiri, oran tua dan orang lain, serta lingkungannya maupun bangsa dan
negaranya.
Maka itu pendidikan karakter meliputi
beberapa faktor - faktor yang dapat mendukung, mengubah, merangsang, maupun
menghambat kepribadian seseorang untuk berkembang yaitu faktor internal dan
ekster nal. Oleh karena faktor internal ini berasal dari diri kita sendiri
seperti watak asli, kondisi fisik dan psikologis, konflik diri, motivasi dan
lain-lain.
1. Faktor Internal :
Faktor internal adalah potensi dasar yang
dimiliki oleh seseorang semenjak ia lahir sebagai modal dasar Sumber Daya
Manusia (SDM) . Setiap manusia lahir ke dunia ini telah dilengkapi oleh Tuhan.
Dengan beberapa potensi dasar sebagai modal dasar SDM untuk menjalani kehidupan
didunia, potensi spiritual, emosional, intelektual dan biologis.
- Potensi spiritual ialah
potensi beragama Kristen untuk mengenal Tuhan Allah yang telah diciptakan alam
semesta isinya serta umat manusia. Semenjak manusia diciptakan Nya . Dengan
potensi spiritual inilah manusia mampu mengetahui visi hidup dan misi hidupnya
didunia ini. Visi hidup manusia di dunia adalah untuk mengabdi dan menyembah
Allah Tuhan siang dan malam. Dan sebagai hamba Allah untuk memperoleh kehidupan
bahagia di dunia dan akhirat, serta bebas dari azab neraka.
- Potensi emosional adalah
dasar manusia untuk menilai mana yang baik dan mana yang buruk dalam membentuk
cita-cita dan tujuan hidup, yang telah di ciptakan oleh Allah. Maka potensi
intelektual adalah potensi dasar manusia untuk berfikir membedakan yang benar
dan yang salah, memikirkan, merenungkan sedalam - dalamnya di dalam mengambil
setiap keputusan yang akan diambil dalam kehidupan. Kemudian juga Potensi
intelektual merupakan kumpulan atau totalitas kemampuan seseorang untuk
bertindak dengan tujuan tertentu, berpikir secara rasional, serta menghadapi
lingkungan secara efektif /berhasil baik.
Potensi biologis adalah
potensi hawa nafsu biologis makan dan minum untuk mempertahankan hidup dan
potensi nafsu biologis seksual untuk mempertahankan keturunan.
2. Faktor Eksternal :
Faktor eksternal adalah tempat tinggal dan
lingkungan sosial ekonomi dimana manusia itu dilahirkan ,dibesarlan dan
bermasyarakat, yang berfungsi mempengaruhi dan membentuk pengembangan faktor
internal SDM itu sendiri . Faktor eksternal faktor yang mempengaruhi dari luar
individu manusia antara lain, yaitu:
Pendidikan.
Pendidikan mempunyai
pengaruh yang sangat besar dalam pembentukan karakter. Pendidikan untuk
mematangkan kepribadian manusia sehingga tingkah lakunya sesuai dengan
pendidikan yang telah diterima oleh orang baik pendidikan formal, informal
maupun nonformal. Pendidikan digunakan sebagai sarana atau tempat latihan dan
memperoleh informasi mengenai karakter, sehingga dianggap penting jika
pendidikan dijadikan sara pembentuk karakter.
b. Lingkungan.
ngkungan adalah suatu
yang melindungi suatu tubuh yang hidup, seperti tumbuh-tumbuhan, keadaan tanah,
udara, dan pergaulan hidup manusia yang selalu berhubungan dengan manusia
lainnya atau juga dengan alam sekitar. Alam yang melingkungi manusia merupakan
faktor yang mempengaruhi dan menentukan tingkah laku manusia. Sedangkan
lingkungan pergaulan bersifat kerohanian. Seseorang yang hidup dalam lingkungan
yang baik secara langsung atau tidak langsung dapat membentuk kepribadiannya
menjadi baik.
- Lingkungan fisik ialah
kondisi daerah tempat tinggal mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan fisik dan
pengembangan mental manusia .
- Lingkungan sosial adalah
lingkungan yang terdiri dari lingkungan rumah tangga/keluarga, masyarakat . Lingkungan
sosial sangat berperan dalam mempengaruhi pembentukan dan pengembangan
kepribadian seseorang , karena manusia pada dasarnya mempunyai tabiat meniru
,mencontoh dan mencoba terhadap apa yang baru didengar dan apa yang baru
dilihat.
- Lingkungan media ialah
semua sumber informasi , seperti media tradisionala maupun modern . Lingkungan
media mempunyai pengaruh besar pula terhadap pembentukan karakter baik positif
maupun negatif
Ketiga faktor ini masing-masingnya
mempunyai fungsi penting dalam mempengaruhi pembentukan pertumbuhan dan
pengembangan potensi internal SDM .
B. MEMBANGUN NILAI-NILA MAHASISWA
BERKARAKTER/BAKAT
Setiap individu manusia yang berkarakter
baik merupakan orang yang selalu berusaha untuk melakukan berbagai hal yang
terbaik terhadap Tuhan YME, dirinya sendiri, orangtua, keluarga, orang lain dan
lingkungannya, serta pada umumnya bangsa dan negaranya. Karakter yang baik
berarti individu yang mengetahui tentang potensinya dirinya sendiri kemudian
memiliki nilai-nilai sebagai berikut ini:
1. Nilai Hubungannya Dengan Tuhan
Dalam hal ini yaitu nilai religius,
merupakan tindakan seorang individu yang selalu diupayakan berdasarkan dari
nilai-nilai Ketuhanan atau ajaran Agamanya.
2. Nilai hubungannya dengan sesama
a. Menghargai hak dan
kewajiban orang lain
Merupakan sikap yang selalu menghormati
dan melaksanakan apa yang sudah menjadi hak orang lain dan dirinya sendiri.
b. Selalu patuh terhadap
peraturan sosial
Merupakan sikap taat
terhadap peraturan yang ada hubungannya dengan kepentingan umum atau
masyarakat.
c. Sopan dan santun
Merupakan sikap
menghormati, ramah dan berprilaku baik terhadap orang lain.
d. Menghargai karya dan
prestasi orang lain.
Merupakan sikap yang
mengakui dan menghormati apa yang sudah dicapai oleh orang lain.
e. Demokratis
Merupakan sikap dan perilaku seseorang
yang dilandasi oleh nilai-nilai demokrasi. Nilai demokratis merupakan penting
dikembangkan dalam berbagai kehidupan. Untuk mewujudkan masyarakat adil dan
makmur berdasarkan Pancasila.
3. Nilai Hubungannya Dengan Diri Sendiri
a) Bersikap jujur
Merupakan perilaku kitta untuk menjadikan
diri sendiri sebagai orang yang selalu dapat di percaya dalam perkataan,
tindakan dan kebiasaan terhadap orang lain maupun terhadap dirinya sendiri.
b) Selalu bertanggung jawab
Merupakan sikap maupun prilaku kita untuk
melaksanakan kewajiban maupun tugas seperti yang seharusnya dilakukan baik itu
terhadap dirinya sendiri, orang lain, lingkungan, negara dan lain-lain.
c) Selalu disiplin
Merupakan sikap dan prilaku kita patuh
terhadap peraturan atau norma-norma yang berlaku, dan memanfaatkan waktu sebaik
mungkin.
Selalu bekerja keras
Merupakan sikap kita tidak mudah menyerah
dan sungguh-sungguh melakukan baik itu dalam memulai dan mencapai sesuatu yang
kita inginkan, menyelesaikan permasalahan dan lain-lain.
e) Berpola hidup sehat
Merupakan sikap kita untuk selalu berupaya
menerapkan pola hidup yang baik, supaya dapat menciptakan kehidupan yang sehat
dan juga selalu berupaya untuk menghindari pola hidup buruk.
f) Percaya diri
Merupakan sikap yang dimiliki oleh seorang
individu yang percaya dan yakin akan kemampuannya sendiri dalam mencapai
sesuatu atau keinginannya.
g) Mandiri
Merupakan sikap kita yang tidak
selalu bergantung kepada orang tua dan orang lain dalam menyelesaikan suatu
permasalahan yang menimpa dirinya.
h) Rasa Ingin tahu yang
tinggi
Merupakan sikap kita harus rasa ingin tahu
yang tinggi atau selalau berupaya untuk mengetahui lebih luas dari apa yang
kita sudah dipelajari.
i) Cinta terhadap ilmu
pengetahuan
Merupakan cara berfikir
kita untuk menunjukan kepedulian yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan yaitu
dengan cara mempelajari dan menambah ilmu pengetahuan kita.
j) Selalu berpikir logis,
kritis, dan inovatif
Merupakan cara berfikir kita dalam
melakukan sesuatu sesuai dengan kenyataan dan logika untuk menghasilkan hasil
yang baru serta termutakir dari apa yang sudah dimiliki.
4. Nilai Hubungannya Dengan Lingkungan
v Rasa peduli terhadap
lingkungan
Merupakan sikap yang selalu mencegah
kerusakan terhadap lingkungan, dan selalu berupaya untuk memperbaikinya jika
terjadi kerusakan pada lingkungan serta selalu menjaga kelestarian alam.
v Peduli sosial
Merupakan sikap yang
selalu memberi bantuan atau menolong orang lain yang memang sedang membutuhkan
bantuan.
v Menghargai keberagaman
atau perbedaan
Merupakan sikap yang menghormati dan
menghargai keragaman budaya, agama, adat dan lain-lain.
v Nilai kebangsaan
Merupakan sikap yang
selalu mementingkan bangsa dan negaranya diatas kepentingan pribadi.
B. PRINSIP NILAI KARAKTER
KADEMISI DAN ORGANISASI
Mahasiswa yang mempunyai berkarakter
adalah mahasiswa yang memahami tugas dan fungsinya sebagai mahasiswa. Mahasiswa
tersebut ditandai dengan upaya yang sungguh-sungguh dalam dirinya untuk
senatiasa meningkatkan wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikapnya
(WPKNS) dengan berbagai aktifitas yang dijalani baik melalui kegiatan
perkuliahan, aktif dalam berorganisasi ekternal atau internal kampus untuk
mengembangkan potensi dirinya melalui pengelolaan waktu yang adil yaitu pandai
menempatkan sesuai dengan kebutuhan yang memperhatikan, situasi, kondisi,
toleransi, pantauan dan jangkauan yang ada pada dirinya dan lingkungannya.
Mahasiswa yang berkrakter ini adalah lebih
dewasa dalam menyikapi persoalan yang datang menghampirinya. Jika menghadapi
masalah dirinya tenang, optimis, penuh percaya diri, tidak menyalahkan orang
lain, memecahkan masalah dengan arif dan bijaksana, memiliki kemampuan
mengendalikan dirinya, memahami kelemahan dan kelebihan dirinya dan orang lain,
pandai menempatkan diri dengan siapa yang dihadapinya, mampu berkomunikasi
dengan efektif dengan semua orang karena memiliki kecerdasan sosioemosional.
Maka itu Mahasiswa berkarakter biasanya
adalah seorang yang taat menjalankan ibadah kepada Tuhannya, memiliki
kecerdasan spritual dalam melakukan kegiatan kesehariannya dan selalu mendasari
aktifitasnya dengan niat beribadah kepada-Nya. Silaturahmi yang dibangunnya
melalui kegiatan di tempat-tempat ibadah, organisasi kampus maupun ektra kampus
untuk menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Mampu mengetahui mana yang
boleh (halal) dan mana yang dilarang (haram) dan berkeyakinan bahwa kesuksesan
hidup di dunia dan akhirat adalah karena ijin dan ridhonya Tuhan yang Maha Esa
semata, yang di anugerahkan melalui ikhtiar-ikhtiar manusia.
Jika itu Mahasiswa yang berkarakter
memiliki kemampuan untuk menyelesaikan studi dengan memudakan
prinsif “Kuliah Selesai Tepat Waktu dan di Waktu yang Tepat”.
Maksudnya adalah kadang kala kita melihat mahasiswa yang lulus tepat waktu
namun setelah diperhadapkan dengan kondisi kerja di masyarakat banyak yang
tidak mampu melewati tantangan tersebut dikarenakan hanya sekedar lulus tetapi
miskin akan WPKNS, dan juga ada yang lulus terlalu lama, banyak menghabiskan
waktu, energi, uang, ataupun orang tua sudah terlanjur meninggal sehingga tidak
sempat melihat kesuksesan anaknya, namun memiliki WPKNS yang baik. Hal tersebut
memperlihatkan bahwa pentingnya perpaduan untuk menutupi kelemahan-kelemahan
dari kedua konsep tersebut.
Perlu juga kita sadari bersama bahwa
kuliah bukanlah untuk menghasilkan lulusan yang bisa bekerja, karena banyak
penelitian menunjukan bahwa tanpa kuliah banyak orang yang mampu bekerja. Namun
esensi perkuliahan adalah mendewasakan mental mahasiswa sehingga mampu
menjalani kehidupannya secara baik dan benar dimanapun dengan kondisi apapun,
hal inilah yang akan menuntun setiap orang mendapatkan pekerjaan yang layak,
dan bermanfaat untuk dunia dan akhirat.
Maka itu Mahasiswa yang berkualitas
menjadi salah satu kata kunci untuk membangun bangsa papua ke depan. Seperti
yang sudah dijelaskan bahwa Mahasiswa yang berkualitas IPTEK serta cinta tanah
air inilah merupakan kekuatan untuk memenangkan kompetensi dalam iklim
persaingan global dunia saat ini. Oleh karenanya sebagai mahasiswa seharusnya
memiliki pandangan jauh ke depan untuk membangun bangsa ini dengan berkarakter
dan bernilai untuk lebih maju, berperadaban, cerdas, berkeadilan, sejahtera,
sehat lahir dan batin.
Jika Untuk mewujudkan
semua itu, mahasiswa hendaknya bertekad untuk menjadi pemimpin masa depan
bangsa dengan memiliki keilmuan, keimanan, integritas, dan kredibilitas dalam
meningkatkan kedewasaan dalam berpikir, merasa, bersikap, bertindak dan
bertanggung jawab (BMB3).
Maka itu mahasiswa perlu memperkuat
karakter kemahasiswaannya. Karakter kuat ini dapat diketahui dari beberapa
ciri-ciri sebagai berikut:
1) Kreatif dan mampu
memecahkan masalah dengan tepat,
2) Pembelajar yang rajin,
kritis, disiplin, berpengetahuan luas dan berwawasan global,
3) Mampu berkomunikasi
dengan baik,
4) Siap mengambil resiko
apapun,
5) Bekerja keras dan
cerdas,
6) Mempunyai integritas
yang tinggi,
7) Toleran, mencintai
sesama, fleksibel dalam berinteraksi.
8) Menjadi mahasiswa
pemimpin masa depan papua yang dapat membekali diri dengan baik;
Maka dengan ini ciri – ciri mahasiswa yang
berkarakter dan berorganisasi adalah mahasiswa yang memiliki beberapa
kemampuan, yaitu :
a. Kemampuan kepemimpinan;
setiap diri mahasiswa harus tertanam sifat-sifat kepemimpinan. Dengan
mempersiapkan diri menjadi pemimpin, maka kita akan mampu memimpin dengan
amanah bagi yang dipimpin.
b. Kemampuan Keilmuan,
wawasan dan pandangan jauh ke masa depan; rajin membaca, berdiskusi dan
mengkaji ilmu pengetahuan melalui berbagai literatur, dan membuat
tulisan-tulisan guna menuangkan ide-ide dan gagasan serta berpartisipasi dalam
kegiatan-kegiatan karya tulis ilmiah.
c. Sikap peka dan peduli
terhadap sesama; kemampuan untuk menempatkan diri di dalam masyarakat menjadi
amat penting untuk dilatih.
d. Kemampuan Pengendalian
diri; mahasiswa memiliki potensi akal dan hati untuk mampu mengendalikan diri.
e. Kemampuan komunikasi
yang efektif; untuk memotivasi dan mempengaruhi orang lain untuk mengikuti dan
menjalankan perintah.
f. Memiliki kemandirian;
perlu dibangun dengan kesadaran diri, kemampuan diri dan percaya diri, untuk
melakukan sesuatu dengan tepat, karena ketergantungan kepada orang lain hanya
akan membuat kita menjadi sulit untuk maju.
g. Menjaga kesehatan fisik
agar tidak mudah sakit.
h. Memiliki sifat kreatif,
inovatif, mampu memotivasi berbagai kegiatan berbangsa dan bernegara.
D. KITA CERDAS DAN EMOSIONAL MELALUI
ORGANISASI
Organisasi adalah alat untuk
membangun kekuatan dalam mencapai suatu tujuan, sarana untuk membangun
kebersamaan dan mencapai cita-cita luhur suatu pengabdian kepada sesama
manusia, memberikan jalan untuk mendapati berbagai pengalaman yang berarti
menuju kedewasaan. menjadi wahana yang luas untuk melatih kemampuan diri,
keterampilan, dan sikap yang bijaksana dalam menghadapi berbagai persoalan
serta organisasi merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari proses
dinamika dunia kampus serta dunia kerja.
Maka itu melalui organisasi
mahasiswa akan menemukan jati dirinya. Lebih dari itu, orang-orang yang aktif
dalam organisasi akan memperoleh manfaat bagi dirinya, keluarga, masyarakat
bahkan bangsanya. Di dalam organisasi penyaluran minat, bakat, kemampuan dan
keahliannya dapat tersalurkan secara menyeluruh karena organisasi adalah media
untuk aktualisasi diri seorang mahasiswa.
Ketika di dalam organisasi ada aktualisasi
diri mahasiswa sehingga dengan sebuah organisasi untuk suatu keniscayaan, oleh
sebab itu ada memiliki beberapa alasan yaitu :
1. Memiliki visi dan misi
yang ingin diwujudkan Bersama;
2. Organisasi memiliki
tujuan yang jelas dalam menjalankan aktivitasnya;
3. Organisasi memiliki
anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) yang menjadi acuan anggotanya;
4. Organisasi memiliki
program kerja untuk dilakukan Bersama;
5. Organisasi mengatur
pembagian wewenang dan tugas setiap anggotanya,
6. Organisasi mewadahi dan
menampung berbagai aspirasi, ide, kebutuhan, dan keinginan setiap anggotanya.
Berdasarkan kecerdasan ada beberapa
prinsip utama yaitu :
a. Mahasiswa Berkarakter Ideal
Kajian yang dilakukan oleh para akademisi
menunjukan bahwa, mahasiswa yang aktif dalam suatu organisasi akan berbeda
dengan mahasiswa yang hanya mengikuti perkuliahan semata. Berdasarkan kondisi
dan perbedaan tersebut dapat dilihat dari beberapa pengembangan diri sebagai
berikut :
Ø Pengembangan intelektual
bagi seorang aktivis organisasi lebih luas karena senantiasa untuk berfikir
logis, rasional, jernih dan argumentatif.
Ø Sebagai aktivis dalam
organisasi akan menambah pengalaman dalam bidang keorganisasian, kepemimpinan,
kemasyarakatan, pendidikan politik, dan kemandirian.
Ø Memiliki kemampuan untuk
menggerakan, mempengaruhi, dan mendorong dirinya dan orang lain untuk melakukan
sesuatu dengan bersama.
Ø Memiliki kemampuan
beradaptasi pada lingkungan baru.
Ø Memiliki kemampuan untuk
menghadapi persoalan hidup secara terarah.
Ø Memiliki kesiapan diri
untuk melanjutkan kepemimpinan pada masa depan yang penuh harapan.
Maka itu penjelasan
tersebut adalah bentuk ideal dari mahasiswa yang secara baik mengikuti kegiatan
organisasi, dan bentuk sebaliknya dari gambaran di atas jika mahasiswa hanya
mengikuti perkuliahan semata. Namun perlu dipahami bahwa seorang mahasiswa
harus mampu memajukan kedua sisi tersebut secara harmoni antara berorganisasi
dengan kegiatan perkuliahan. Jangan terjebak dengan cerita masa lalu tentang
nostalgia senior dalam berorganisasi yang begitu lama di kampus, ingat bahwa
setiap zaman memiliki pola-pola dan sistem tersendiri yang perlu dihadapi
oleh setiap mahasiswa secara realistis apalagi tuntutan setiap masa
berbeda dan tujuan setiap orang itu orientasinya pun berbeda karena kondisi
kampus selalu menyesuaikan dengan keadaan lingkungan, entah itu demografi,
ekonomi, politik, budaya, dan juga alam sekitar. Untuk itu pastikan bahwa
kecenderungan diri kita untuk menjadi mahasiswa berkarakter ideal seperti yang
telah dijelaskan sebelumnya.
b. Mahasiswa Yang
Berkakter Berfikir Aktivit
Mahasiswa yang memiliki kerangka berfikir
bahwa seorang aktivis adalah mahasiswa yang sukses dalam studi begitupun
organisasi perlu ditanamkan agar istilah aktivis menjadi sebuah kata yang bisa
diteladani oleh mahasiswa adik kelasnya kelak. Sehingga tidak ada kesan bahwa
mahasiswa yang aktif dalam organisasi akan ketinggalan dalam studinya,
lebih-lebih sampai Drof Out. Tetunya paradigma itu harus dihapuskan dengan
bukti bahwa seorang aktivis adalah mereka yang berprestasi.
Jika dengan manfaat berorganisasi yang
memiliki dampak terhadap perkembangan kecerdasan emosional seorang mahasiwa
adalah sebagai berikut:
ü Media bersosialisasi:
dengan berorganisasi masing-masing dilatih bagaimana membentuk kehidupan sosial
yang baik untuk semua pihak.
ü Melatih softskill; yang
dimaksud disini tidak hanya dapat menyampaikan ide-ide secara verbal di depan
banyak orang. Tapi juga bagaimana dapat melakukan negosiasi dengan baik,
bagimana menjadi motivator yang baik bagi orang lain, dan bagaimana meyakinkan
orang lain untuk mendukung ide kita.
ü Latihan softskill ini
jarang sekali kita dapatkan dari pendidikan formal. Kalaupun ada sifatnya
sangat terbatas dan hanya teori, tapi dengan beraktivitas di
organisasi softskill ini lansung dilatih dan dalam bentuk praktek.
ü Melatih kemampuan untuk
mendengar dan menghargai orang lain; dengan menjadi pendengar yang baik dan
dapat menghargai orang lain inilah menjadi penentu keberasilan kita sebagai
seorang pemimpin, baik pemimpin di tingkat keluarga, pemimpin sebuah
perusahaan/instansi, mupun pemimpin di tingkat yang lebih tinggi.
ü Menjadi seorang
pendengar yang baik, kita dapat menangkap apa yang menjadi keinginan orang lain
atau anggota dari sebuah organisasi yang dipimpin. Juga dengan kemampuan
mendengar yang baik, kita dapat memahami maksud/ ide dari orang lain yang bisa
saja sangat dibutuhkan demi kemajuan diri kita sendiri maupun organisasi yang
kita pimpin.
c. Mahasiswa Berkarakter Menghargai Orang Lain
Belajar menghargai orang lain dengan
berbagai tipe; sudah pasti bahwa manusia yang satu berbeda secara
pola pikir dengan manusia yang lain. Bagaimana bisa menghadapi tipe-tipe orang
yang berbeda dan bagaimana bisa merangkul orang-orang yang berbeda tipe ini
agar mau mendukung ide dan tujuan kita, merupakan hal yang bisa di dapat hanya
melalui berorganisasi.
Dengan demikian berdasarkan penjelasan di
atas, maka melalui kegiatan kuliah dan berorganisasi dapat disimpulkan bahwa
sikap-sikap yang tumbuh sebagai bentuk kecerdasan emosional kita, yaitu:
§ Mengendalikan diri,
§ Kepekaan terhadap
situasi sosial dan lingkungan,
§ Kesadaran diri,
§ Empati terhadap orang
lain,
§ Cinta sesame,
§ Optimis dalam menghadapi
persoalan,
§ Tidak mudah mengeluh,
§ Membangun kepercayaan
diri,
§ Memahami kemampuan orang
lain,
§ Dapat bekerjasama, dan
§ Pandai menghargai orang
lain.
E. MEMBANGUN KUNCI
SUKSES KITA SENDIRI
Jika kita memasuki sebuah rumah yang
terkunci tentunya kita pasti membutuhkan kunci, demikian halnya yang sama untuk
kita bisa mencapai kesuksesan didalam perkuliahaan dan berorganisasi juga
memerlukan kunci tersebut, sebab kunci sukses di kuliah dan organisasi adalah
hanya terkantung pada kita sendiri yang dapat diterapkan didalam kehidupan
lingkungan maupun kampus antara lain sebagai berikut:
1) Motivasi berprestasi
Motivasi berprestasi adalah kekuatan
internal yang ada pada diri seseorang untuk meraih sesuatu prestasi yang
tinggi. Kekuatan motivasi berprestasi ini diawali oleh suatu niat yang kuat
untuk melakukan sesuatu (belajar) dengan sungguh-sungguh. Niat kita memiliki
daya dorong yang luar biasa untuk kitab isa memperoleh suatu prestasi belajar.
Oleh karena belajar adalah suatu amal
baik, maka kita harus meluruskan niat kita agar dibimbing oleh Tuhan untuk
menuju kepada kesuksesan. Niat yang kuat akan menghantarkan seseorang pada
tujuan yang dicita-citakanya. Sebaliknya kalau motivasi berprestasi tidak
tumbuh dalam diri kita, maka akan bagaimana mungkin akan memperoleh kesuksesan
sebagai mana yang di harapkan.?
Dorongan yang kuat untuk menjadi mahasiswa
berkarakter dan berprestasi adalah yang di dukung oleh niat yang lurus akan
untuk mewujudkan tujuan kita. Keterampilan menetapkan tujuan, sasaran dan
target amat penting dalam meraih cita-cita kita. Dan jangan pernah dilupakan
bahwa motivasi terhebat seorang anak adalah orang tua kita sendiri, maka kita
tetaplah menjaga hubungan tersebut.
Sabar
Di dalam menampuh studi tidak jarang kita
diperhadapkan dengan sejumlah rintangan. Masalah kerap kali muncul seiring
dengan perjalan kuliah kita. Bagi yang tidak siap dan sala menyikapi
masalah yang ada maka masalah itu akan semakin besar.
Oleh karenanya sebagai orang yang beriman
hendaknya dalam mengatasi masalah adalah dengan kesabaran. Sabar bukan berarti
diam dalam menghadapi kondisi atau suatu kenyataan atau bukan berarti menerima
apa adanya ataupun pasrah tanpa usaha namun sabar dalam arti ingin berubah.
Sabar dalam arti berupaya untuk meraih suatu tujuan dengan penuh keyakinan.
3) Manajemen diri
Mahasiswa yang cerdas adalah mahasiswa
yang mampu manajemen diri dalam setiap aktivitasnya. Cerdas secara intelektual,
cerdas secara emosional dan juga cerdas secara spiritual tentunya dicapai
melalui kemampuan mengelola diri.
Manajemen diri berkaitan erat dengan
kemampuan diri mengelola waktu. Secara efektif dan efisien. Ada berbagai
kesempatan dan peluang untuk mengoptimalkan waktu kita dalam keseharian yaitu;
waktu untuk belajar, waktu untuk membaca, waktu untuk menulis, waktu untuk
beribadah, waktu berorganisasi, waktu untuk kuliah, waktu untuk berolahraga,
waktu untuk santai, bersilaturahmi dan lain-lain.
4) Menghormati dan memahami
karakteristik dosen
Jangan habiskan waktu kita dengan mencaci
dosen, tapi belajarlah untuk memahami karakteristik dosen. Karakter dosen yang
satu dengan yang lainnya sudah pasti berbeda karena dipengaruhi oleh latar
belakang pendidikan berbeda, cara pandang berbeda, sifat berbeda, minat dan
hobi berbeda, berbeda pula dalam menghadapi mahasiswa.
Sebab jika kita tidak bisa memahami
karakter dosen, maka apalagi salah memahaminya sehingga kita tidak cerdas dalam
menempatkan diri sebagai mahasiswa di hadapan dosen, mungkin dapat merugikan
posisi kita sendiri. Maka itu kita perlu juga pahami bahwa tidak
setiap dosen itu sama seperti yang anda harapkan jadi sesuaikanlah.
5) Menjalin komunikasi
dengan teman baik
Dalam aktivitas kita, tentunya tidak bisa
dilepaskan dari kontribusi teman kita. Kita harus mampu menghormati dan
menghargai sesama teman/sabahat. Memulai beradaptasi, bekerja sama, menjalin
hubungan kebersamaan, sehingga kita bisa tercipta pertemanan yang sejati. Dan
mendapatkan teman sepeti itu kita bisa melakukan aktivitas-aktivitas organisasi
intara ataupun ekstra.
6) Berdoa dan bersyukur
Keberhasilan seseorang
tidak lepas dari izin dan ridho Tuhan. Oleh karenannya berkomunikasi dengan
Tuhan melalui doa dan rasa syukurnya merupakan bagian yang tidak boleh
dilupakan oleh seorang terpelajar. Seseorang mahasiswa yang membiasakan dirinya
hidup dengan doa dan syukur akan menghantarkan dirinya semakin percaya diri,
tidak pantang menyerah, tidak sombong, dan memiliki suatu keyakinan untuk
menghantarkan dirinya pada kesuksesan.
Sekian dan terima kasih sesuai pemahaman saya dapat penjelasan dan yang dapat kami berikan tentang pengertian karakter dan pendidikan karakter, mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan saya, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya dalam menambah wawasan kita.
Punlanny Bicara Pembicara sebagai Berikut:
1. kakanda Yendi Murib S.Sos., M.Si M.M
2. Kakanda Yanes G Wenda S.Kep
3. Kakanda Simes Kamarigi S.E
4. Kakanda Arfin Yolemal, S. Sos
Dimoderatori oleh Kakanda Tira Morip, S. Kep
Editor : Admin

