BREAKING NEWS :
Loading...

Jangan Biarkan Genosida Terus Terjadi Di Tanah Tolikara Cukup Kita Terpendam

 

Cukup Kita Terpendam Bersatu Lawan Genosida Yang Dilakukan Oleh TNI Dan POLRI di tanah Injil Kabupaten Tolikara.

Hari rabu pada tanggal 21 Agustus  Tahun 2024,Brimob melakukan aksi penembakan hingga mengakibatkan satu warga sipil terkena peluru dibagian "Tulang rusuk bawah", korban tersebut atas nama CHARLES KOGOYA., menurut para saksi yang ada di sekitar kejadian waktu itu bertempat di, ibu kota kabupaten Tolikara di Tolikara di depan Gereja

Satuan Brimob mengunakan mobil strada dari ara kantor bupati menuju ke kota, laluh menemukan sodara Charles Kogoya di Perempatan jln, ara ke gilin batu,jln irian, jln ke wamena dan ke arah kantor bupati dengan keadaan berhalkohal, berhenti brimob yang sedang mengendari laluh tidak tanya menyanya laluh di tembak seibarat binatang liar yang harus di tembak begitu saja.
Sehingga menurut kami Ikatan Pelajar Dan mahasiswa/I asal kabupaten Tolikara ( IPM -T ) di kota studi Makassar langka yang di ambil oleh Brimob salah besar, Mrimob sebagai alat Negara yang sebenarnya mereka tau langka-lengka yang harus di ambil oleh mereka jikalau menemukan peroragan dalam keadaan Miras

Sebenarnya yang harus dilakukan membawa ke kantor Polsek yang ada di karubaga ., Di ampera agar melanjutkan prosedur yang harus dilakukan jika memang kalau dia salah, berikan  sesuai Konstitusi Negara Rebublik Indonesia Punya Undang-Undang tapi tidak mematui langka-langka yang harus diambil., Alat Negara Bukan untuk tembak menembak Rakyat tapi untuk menjaga ketuhan Negara. RI namun rakyat dijadikan buruan liar

FORUM SOLIDARITAS PEDULI KEMANUSIAN
PELAJAR DAN MAHASISWA/I KABUPATEN TOLIKARA SE-INDONESIA
MENYAMPAIAKN PERNYATAAN SIKAT:

1. Kami meminta kepada Komnas HAM RI, investigasi terhadap satu korban warga sipil atas nama Charles kogoya di kabupaten tolikara
2. Kami mendesak Komnas HAM provinsi Papua pegunungan dan se-Papua melakukan investigasi satu korban warga sipil atas nama Charles kogoya di kabupaten tolikara
3. Kami meminta kepada panglima TNI segera mencabut jabatan dan menyatui hukuman sesuai perbuatan
4. Pemerintah provinsi Papua pegunungan pemerintah kabupaten tolikara tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat dan tokoh perempuan kabupaten tolikara untuk segera menanggapi kasus pembunuhan ini dengan serius.
5. Pemerintah Republik Indonesia segera membuka jurnalis seluas-luasnya seluruh tanah Papua
6. Kami meminta kepada panglima TNI agar  pihak berwajib segera menangkap dan mengadili pelaku menembak korban atas nama Charles Kogoya  dan mencopot dari jabatannya.
7. Bila pernyataan sikap kami tidak ditanggapi dengan serius maka kami akan memboikot Pilkada kabupaten tolikara tahun 2024.


Bukan barusan kami dapat tembak dari TNI dan POLRI tanpa salah, sudah sekian kali yang terjadi maka harapan kami DPRD kabupaten Tolikara agar membicarakan langka-langka yang yang harus melindugi orang-orang asli pribumi yang harus melindugi perda-perda yang merancang membahas laluh menetapkan nanti
Jika jumpres kami tidak menangapi serius maka kami mahasiswa/I asal kab. Tolikara se-indonesia dan rakyat tolikara kami akan terus mengontrol jumpres kami ini.

Sumber  : Penagun Jawab. BP. IPM-T

Redaktur: Admin

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

close
Banner iklan disini